2018 sepertinya akan berakhir, beserta pencapaiannya yang tertunda

Saya lupa pernah membuat sebuah resolusi pada awal tahun 2018 lalu. Bahkan mungkin memang tidak ada sama sekali 😀 Baru belakangan ini saya begitu memikirkan semua hal secara lebih dalam dan serius. Termasuk resolusi di tahun depan dan evaluasi diri sepanjang tahun 2018. Banyak hal-hal yang berlalu begitu saja, goals yang tidak tercapai hingga pada masalah personal saya yang sulit diubah, menunda-nunda!

Saya mencoba evaluasi beberapa kendala paling besar yang menyebabkan begitu merajalelanya sifat menunda-nunda ini. Satu penyebab terbesarnya adalah tidak adanya resolusi. Lebih tepatnya karena saya tidak menetapkan goals. Orang-orang yang membuat goals saja bahkan gagal mencapainya, apalagi jika tidak ada goals, saya hanya berputar pada rutinitas tanpa tujuan 🙁

Buat Goals (Resolusi)

Maka dari itu, saya wajib membuat resolusi untuk tahun 2019, Wajib!

Ganti rutinitas Menunda-nunda

Jika ingin mengganti kebiasaan, sebaiknya kenali terlebih dahulu apa penyebabnya. Setiap orang punya penyebab terciptanya sebuah rutinitas yang jadi kebiasaan. Dalam kasus saya, seringnya terjadi sifat ini karena saya sedang merasa bosan, pada mood terendah. Jika sudah mengenali penyebabnya tersebut, coba ganti rutinitasnya, misalnya keluar dari meja kerja sejenak, membaca buku, membuat kopi, cari inspirasi dsb. Semakin sering dilakukan, maka mudah-mudahan bisa lebih baik mengurangi kebiasaan buruk ini.

Berani Gagal, Out of Comfort Zone

Pengecut! Sedikit kasar, tapi memang demikianlah adanya pada tahun 2018 ini. Saya tidak berkutik dengan keadaan, hanya mengikuti arus, tidak berani keluar dari zona nyaman. Hal-hal seperi ini tidak dapat mendorong saya lebih maju. Lebih parahnya lagi, saya juga tidak nyaman dengan keadaan seperti ini, jadi saya berada pada posisi di tengah2, antara ingin keluar atau tetap pada zona nyaman! Hal yang serba nanggung biasanya memberikan efek psikologis lebih berat. So untuk mengatasi hal ini, saya wajib punya tekad keluar dari zona nyaman, harus lebih berani!

Berpikir optimis dan Berpikir Besar

Apa yang membedakan orang hebat dan orang gagal, ada di pemikirannya. Saya barangkali terlena dengan zona nyaman sehingga tidak mau lagi berpikir dan bervisi besar. Ini adalah sikap yang sangat buruk untuk berkembang. Jika saya punya visi hebat di tahun depan, maka saya juga punya fisik yang hebat, maka saya juga punya pemikiran yang optimis. Itu hal yang sejalan dan otomatis. So kepada tahun 2019, izinkan saya punya visi besar, dan kita goreskan hal-hal hebat di setiap tanggalmu!

AMIN

...adalah seorang yang menyebut dirinya kreatif. Tidak banyak keluar rumah, lebih sering dijumpai di dunia maya. Tertarik di dunia UI/UX, front end, dan juga StartUp. Anda dapat mengikutinya di instagram.com/epesinulingga